Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Toilet Trainning

Posted: March 21, 2018 in Uncategorized

Kemarin iseng pasang vote di instastory, masalah kapan anak mulai melakukan toilet trainning. Dan ternyata banyak dan DM kasih tips-tips supaya lancar toilet trainningnya
Sekalian saja ya hari ini share masalah curhatan tentang toilet trainning.

Ini hasil curhatan ya bukan dari buku, jadi kalau ada yang tidak sesuai dengan ilmu medis maupun psikologis tolong dimaklumi.

Pertanyaan awal pasti,
KAPAN?

Nah,
Ini beragam.
Ada yang mulai belajar dari :
8 bulan
10 bulan
14 bulan
18 bulan
20 bulan
23 bulan

Wah,
anakku telat dong toilet trainning-nya
wah,
anak lain kok cepet banget, pinter yaa..
anakku kok enggak..

STOP..
STOP..

Perkembangan anak bukan untuk ajang kompetensi,
Bukan pertarungan gengsi orangtuanya (ibu khususnya).
Bukan cepet-cepetan,
Bukan keren-kerenan,
Setiap anak itu istimewa!

Tapi memang perlu dilatih, perlu diberi stimulasi.

Kebetulan kemarin yang vote 2th up, gak ada yang DM.
Jadi aku gak tahu gimana detail pertimbangan, proses, dan hasilnya.
Tujuan tadi mencantumkan usia mulai toilet trainning adalah
Usia bukan patokan memulai toilet trainning

Lalu apa parameter kapan sebaiknya dimulai toilet trainning?

Kesiapan anak dan ibu (serta orang sekitar si anak)

Dari mana tahu bahwa anak siap?
1.Tidak pipis/pup pada saat tidur siang, berarti otot kandung kemihnya sudah dapat menahan kemih (pipis)
2. Pipis cukup banyak dalam satu waktu, mulai rutin dan bisa diprediksi
3. Menunjukkan tanda-tanda spesifik ketika ingin pipis/pup. Ini gak literaly si anak bilang/ngomong mau pipis atau pup.
Balik lagi gak semua anak mulai mau ngomongnya di usia yang sama. Setidaknya anak paham dan menunjukkan tanda akan ada aktivitas di dubur dan saluran kemihnya.
4. Mulai tidak betah menggunakan popok

Kalau belum menunjukkan tanda-tanda kesiapan toilet trainning, tapi si ibu ingin memulai toilet trainning bisa mulai disounding di awal,
caranya :
1. Sebelum pipis/pup diberi narasi.
2. saat pipis/pup diberi narasi.
3. setelah pipis/pup (saat cebok) juga diberi narasi.

contoh :
“Oh, Yoan pup ya, tadi keluar dari dubur (sambil pegang pantatnya), sekarang pup-nya ada di celana. Pup itu tempatnya di kloset (pas buang ajak anak lihat).
plung..plung..plung.. (selipin bunyi). Kita siram ya pup-nya, dadaah pup.. (guyur/flush). Yuk sekarang bersihkan dubur dan pantatnya (pegang sesuai yang disebutkan). sok gosok gosok sa busa busa byuur..byuurr bilass (selipkan bunyi). Nah bersih lagi deh”

 

Kesiapan Ibu dan keluarga
Kuncinya Konsisten dan sabar.
Rajin-rajin sounding, beri pengertian, dan rutin natur di jam-jam anak biasa pup/pipis.
Jika sampai kamar mandi tidak pipis juga coba kucuri air di kemihnya, biasanya terpancing mau pipis. Kalau gak pipis juga ya jangan dipaksa, apalagi di cemberutin/dijutekin.
Sebaiknya saat proses toilet trainning tidak menggunakan diapers/clody/celana trainning karena memperlambat proses serta sulit mendeteksi jadwal dia pipis/pup.
Tapi sebagian besar masih menggunakan diapers pada anaknya saat tidur malam dan berpergian.
Rempong juga sih kalau pas pergi-pergi gak cepet nemu tiolet terus anaknya ngompol hehe.

Nah,
itu tips-tips dari ibu-ibu yang sudah pengalaman toilet trainning dengan anaknya.
Semoga bermanfaat.
Doakan #siibubaru ini juga menyusul kesuksesan toilet trainning mereka 😀

Advertisements

Printilan si bayi kecil

Posted: March 15, 2018 in Uncategorized

Haii..

Gak kerasa banget ya sudah bertahun-tahun gak nulis blog.

Dari zaman masih ting-ting sampai sekarang mau buntut dua, hahaha. Next time ya cerita tentang pernikahan, anak pertama, dan anak kedua.

Jadi hari ini minta si bapak bayarin belanjaan online buat persiapan kelahiran si adek. Malah lebih binggung kurang apa lagi, soalnya masih ada barang-barang mbak nya yang masih kesimpen. Oya, fyi, nanti kalau si adek lahir selisih keduanya sekitar 1 tahun 4 bulan. Jadi masih lumayan lengkap lah perlengkapan bayinya si mbak.

Akhirnya cuma beli :Bo

1. Pembalut nifas : ini penting loh (buat ibunya), selama nifas 40an hari biasanya di awal-awal deres banget. Kalau susah cari pembalut nifas coba beli pembalut biasa yang ukurannya paling panjang.

2. Sabun mandi Chicco : ini karena si ibu kulitnya sensitif jadi pakai sabun kulit sensitif dulu buat si adek, kuatir nanti nurun kulit sensitifnya, baru nanti agak gedean pakai sabun bayi biasa.

3. Kapas bulet-bulet : buat basuh kalau pipis sama pup.

4. Kain kassa : selama tali pusarnya belum putus, diganti tiap mandi pagi dan sore.

Udah itu aja sih, hahaha. Berasa hemat banget gak sih. Dulu pas belanja anak pertama sampai dua atau tiga plastik gede belanjaannya.

Nah lo, apa aja tu?

Berikut list belanjaan keperluan bayi setelah persalinan (anak pertama) yang menurut #siibubaru penting buat dibeli:

1. Popok kain.

2. Baju bayi kancing depan.

3. Bedong bahan kaos.

4. Kaos kaki & sarung tangan bayi (kalau aku pribadi, ini dipakein kalau ada orang tua/tamu yang besuk, soalnya males dikomentari. IMO, malah menghambat sensori si anak, prefer rajin-rajin motongin kuku aja sih).

5. Kain kassa.

6. Kapas bulat.

7. Wadah kapas tertutup (bisa pake tupperware sih)

8. Selimut bayi.

9. Jarik/gendongan.

10. Perlak.

11. Baby bather (ini ngebantu banget-banget buat orang tua amatir seperti kami, memandikan bayi jadi lebih mudah)

12. Ember mandi bayi.

13. Sabun bayi.

14. Minyak telon.

15. Handuk yang lembut (kalau sudah punya ya gak perlu beli lagi).

 

Perlengkapan tambahan & keperluan ibu :

  1. Alat pumping ASI (karena setelah lahiran masih bekerja, jadi perlu stock ASI)
  2. Botol ASIp.
  3. Plastik ASIp.
  4. Sterilizer
  5. Cup feeder (dari awal tidak mengenalkan Yoan sama dot)
  6. Tas Diapers (bakal sering ke RS buat imunisasi dengan bawaan segambreng)
  7. Apron menyusui.
  8. BH menyusui.
  9. Breastpad.
  10. Stagen.

Sepertinya itu saja sih yang perlu dibeli/dipersiapkan. Lainnya biasanya dapat kado dari teman dan tetangga hihihi.

Semoga bermanfaat, tulisan yang singkat siang ini.

seeya.

 

 

 

 

 

Sebernarnya sudah lama aku ingin membeli kamera yang keren, semacam yang ada moncongnya gitu.

Tapi apa daya, kantong ini tak cukup basah, eh malah keduluan mas pacar yang beli,
yasudalah bagaimana lagi..

Mungkin akhir tahun memang harus menyisihkan uang untuk membeli satu, supaya dapat berburu foto berasama 🙂

IMG_0048 (more…)

Langkah Pertama

Posted: April 24, 2013 in Uncategorized
Tags:

http://cronkitehhh.personal.asu.edu/wp-content/uploads/2013/01/first-step1.jpg

Setelah sekian lama, akhirnya diniatkan kembali untuk mulai rajin menulis
Hanya menulis yang terlintas, dan yang menyenangkan kadang tanpa banyak berfikir.

Maka lahirlah bayi kecilku ini,
Sikhandini
Semoga dirimu kelak dapat tumbuh menjadi dewasa nak 🙂 (more…)

Hello

Posted: April 23, 2013 in Uncategorized
Tags: , , ,

Ternyata cukup sulit mencari nama blog yang masih tersedia di wordpress..

Setelah mencoba berkali-kali akhirnya dapat satu nama,

Sikhandini (more…)