Toilet Trainning

Kemarin iseng pasang vote di instastory, masalah kapan anak mulai melakukan toilet trainning. Dan ternyata banyak dan DM kasih tips-tips supaya lancar toilet trainningnya
Sekalian saja ya hari ini share masalah curhatan tentang toilet trainning.

Ini hasil curhatan ya bukan dari buku, jadi kalau ada yang tidak sesuai dengan ilmu medis maupun psikologis tolong dimaklumi.

Pertanyaan awal pasti,
KAPAN?

Nah,
Ini beragam.
Ada yang mulai belajar dari :
8 bulan
10 bulan
14 bulan
18 bulan
20 bulan
23 bulan

Wah,
anakku telat dong toilet trainning-nya
wah,
anak lain kok cepet banget, pinter yaa..
anakku kok enggak..

STOP..
STOP..

Perkembangan anak bukan untuk ajang kompetensi,
Bukan pertarungan gengsi orangtuanya (ibu khususnya).
Bukan cepet-cepetan,
Bukan keren-kerenan,
Setiap anak itu istimewa!

Tapi memang perlu dilatih, perlu diberi stimulasi.

Kebetulan kemarin yang vote 2th up, gak ada yang DM.
Jadi aku gak tahu gimana detail pertimbangan, proses, dan hasilnya.
Tujuan tadi mencantumkan usia mulai toilet trainning adalah
Usia bukan patokan memulai toilet trainning

Lalu apa parameter kapan sebaiknya dimulai toilet trainning?

Kesiapan anak dan ibu (serta orang sekitar si anak)

Dari mana tahu bahwa anak siap?
1.Tidak pipis/pup pada saat tidur siang, berarti otot kandung kemihnya sudah dapat menahan kemih (pipis)
2. Pipis cukup banyak dalam satu waktu, mulai rutin dan bisa diprediksi
3. Menunjukkan tanda-tanda spesifik ketika ingin pipis/pup. Ini gak literaly si anak bilang/ngomong mau pipis atau pup.
Balik lagi gak semua anak mulai mau ngomongnya di usia yang sama. Setidaknya anak paham dan menunjukkan tanda akan ada aktivitas di dubur dan saluran kemihnya.
4. Mulai tidak betah menggunakan popok

Kalau belum menunjukkan tanda-tanda kesiapan toilet trainning, tapi si ibu ingin memulai toilet trainning bisa mulai disounding di awal,
caranya :
1. Sebelum pipis/pup diberi narasi.
2. saat pipis/pup diberi narasi.
3. setelah pipis/pup (saat cebok) juga diberi narasi.

contoh :
“Oh, Yoan pup ya, tadi keluar dari dubur (sambil pegang pantatnya), sekarang pup-nya ada di celana. Pup itu tempatnya di kloset (pas buang ajak anak lihat).
plung..plung..plung.. (selipin bunyi). Kita siram ya pup-nya, dadaah pup.. (guyur/flush). Yuk sekarang bersihkan dubur dan pantatnya (pegang sesuai yang disebutkan). sok gosok gosok sa busa busa byuur..byuurr bilass (selipkan bunyi). Nah bersih lagi deh”

 

Kesiapan Ibu dan keluarga
Kuncinya Konsisten dan sabar.
Rajin-rajin sounding, beri pengertian, dan rutin natur di jam-jam anak biasa pup/pipis.
Jika sampai kamar mandi tidak pipis juga coba kucuri air di kemihnya, biasanya terpancing mau pipis. Kalau gak pipis juga ya jangan dipaksa, apalagi di cemberutin/dijutekin.
Sebaiknya saat proses toilet trainning tidak menggunakan diapers/clody/celana trainning karena memperlambat proses serta sulit mendeteksi jadwal dia pipis/pup.
Tapi sebagian besar masih menggunakan diapers pada anaknya saat tidur malam dan berpergian.
Rempong juga sih kalau pas pergi-pergi gak cepet nemu tiolet terus anaknya ngompol hehe.

Nah,
itu tips-tips dari ibu-ibu yang sudah pengalaman toilet trainning dengan anaknya.
Semoga bermanfaat.
Doakan #siibubaru ini juga menyusul kesuksesan toilet trainning mereka 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s